Apakah kita menginginkan kebangunan di dalamnya? Atau pandanglah ke seluruh gereja Injili. Betapa banyak khotbah kering kerontang dari mimbar! Betapa ironisnya ibadah bibir belaka dari arah bangku-bangku gereja! Inilah jenis makanan rohani yang diberikan kepada jemaat! Dan banyak gereja menyombongkan diri sendiri sebagai yang paling alkitabiah. Betapa parah kerapuhan yang melanda. Pengaturan bak duri kaktus tajam! Kecurigaan yang kejam! Kegarangan tidak mau berkompromi dalam iman kepercayaan diikuti dengan kompromi dalam tindakan! Sungguhkah kita mengharapkan kebangunan dari hal-hal tersebut?!
Sebuah kebenaran terbuka yang
berlaku sekarang adalah banyak yang menyatakan diri ada dalam Kristenan
ternyata bukan Kristen yang sesungguhnya, karena tidak menyerupai
Kristus. Masih tetap berpegang pada Alkitab yang lama, tetapi dalam
kualitas hidup yang jauh dari Perjanjian Baru. Tetap bertahan dalam
bentuk lahiriah tetapi telah kehilangan kuasa aslinya. Berkelimpahan
pengkhotbah yang selalu dapat mengatakan sesuatu, tetapi sedikit nabi
yang benar-benar memiliki sesuatu untuk disampaikan. Kebenaran separoh
dari mimbar dan iman separoh dari jemaat bercampur dengan hati yang
separoh tanpa cahaya rohani apapun. C.H. Spurgeon pernah dijuluki
sebagai pengkhotbah terbesar di Inggris Selatan: “Ia mengkhotbahkan
sesuatu yang mirip Injil.” Banyak orang yang sekarang memakai nama
Kristen “adalah seperti”.
Apakah itu yang kita inginkan? Bukan! Itu
semua harus disapu habis dengan satu gelombang pasang dari Pemberi
Hidup. Kebangunan yang kita butuhkan adalah suatu kebangunan yang
mendalam dan luas dari kebangunan Perjanjian Baru kekristenan yang benar
dan sepenuhnya. Seluruh hidup, pemikiran, persekutuan, kesaksian dari
gereja-gereja Protestan kita membutuhkan pertumbuhan ilahi. Itulah yang
kita butuhkan; dan sebagai langkah pertama yang penting kita memerlukan
sebuah reformasi di antara pelayan-pelayan Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar