Apa itu IMC ?

IMC adalah singkatan dari Indonesia Mission Church yang merupakan program dari The Foundation of Cociety Hopefulness. IMC terbuka untuk gereja Katholik dan Kristen (Agama Katholik dan Kristen). Agama lain adalah sahabat dalam perjuangan agar setiap orang masuk pada puncak tatanan moral sejati.

Perlunya Reformasi dan Kembali Kepada Alkitab

Di mana-mana sekarang terdengar orang Kristen berkata, “Kebutuhan terbesar saat ini adalah kebangunan rohani.” Ini sudah menjadi mode. Namun segalanya tergantung pada makna yang mau diletakkan pada kata “kebangunan” itu sendiri. Sungguhkah kita menginginkan kebangunan agama? Begitu banyak aliran dalam kekristenan yang menyebut diri Kristen tetapi pada dasarnya bukan. Kebangunan di bidang inikah yang kita inginkan? Pandanglah denominasi besar dalam kekristenan. Lihatlah jenis kekristenan yang menjadi karakteristik mereka pada umumnya. 

Apakah kita menginginkan kebangunan di dalamnya? Atau pandanglah ke seluruh gereja Injili. Betapa banyak khotbah kering kerontang dari mimbar! Betapa ironisnya ibadah bibir belaka dari arah bangku-bangku gereja! Inilah jenis makanan rohani yang diberikan kepada jemaat! Dan banyak gereja menyombongkan diri sendiri sebagai yang paling alkitabiah. Betapa parah kerapuhan yang melanda. Pengaturan bak duri kaktus tajam! Kecurigaan yang kejam! Kegarangan tidak mau berkompromi dalam iman kepercayaan diikuti dengan kompromi dalam tindakan! Sungguhkah kita mengharapkan kebangunan dari hal-hal tersebut?!

        Sebuah kebenaran terbuka yang berlaku sekarang adalah banyak yang menyatakan diri ada dalam Kristenan ternyata bukan Kristen yang sesungguhnya, karena tidak menyerupai Kristus. Masih tetap berpegang pada Alkitab yang lama, tetapi dalam kualitas hidup yang jauh dari Perjanjian Baru. Tetap bertahan dalam bentuk lahiriah tetapi telah kehilangan kuasa aslinya. Berkelimpahan pengkhotbah yang selalu dapat mengatakan sesuatu, tetapi sedikit nabi yang benar-benar memiliki sesuatu untuk disampaikan. Kebenaran separoh dari mimbar dan iman separoh dari jemaat bercampur dengan hati yang separoh tanpa cahaya rohani apapun. C.H. Spurgeon pernah dijuluki sebagai pengkhotbah terbesar di Inggris Selatan: “Ia mengkhotbahkan sesuatu yang mirip Injil.” Banyak orang yang sekarang memakai nama Kristen “adalah seperti”. 

Apakah itu yang kita inginkan? Bukan! Itu semua harus disapu habis dengan satu gelombang pasang dari Pemberi Hidup. Kebangunan yang kita butuhkan adalah suatu kebangunan yang mendalam dan luas dari kebangunan Perjanjian Baru kekristenan yang benar dan sepenuhnya. Seluruh hidup, pemikiran, persekutuan, kesaksian dari gereja-gereja Protestan kita membutuhkan pertumbuhan ilahi. Itulah yang kita butuhkan; dan sebagai langkah pertama yang penting kita memerlukan sebuah reformasi di antara pelayan-pelayan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar