Apa itu IMC ?

IMC adalah singkatan dari Indonesia Mission Church yang merupakan program dari The Foundation of Cociety Hopefulness. IMC terbuka untuk gereja Katholik dan Kristen (Agama Katholik dan Kristen). Agama lain adalah sahabat dalam perjuangan agar setiap orang masuk pada puncak tatanan moral sejati.

Kehadiran Indonesia Mission Church Adalah Sebagai Pemersatu Gereja-2 Di Indonesia

RAPAT PEMBENTUKAN PENGURUS PUSAT IMC
Harus diakui bahwa secara umum gereja-gereja di Indonesia belum dapat bersatu secara kokoh, justeru dalam kesempatan lain, seringkali muncul istilah curi domba dan tidak jarang terjadinya konflik. Hal ini disebabkan, karena gereja-2 di Indonesia, khususnya dari kalangan Kristen terbagi-bagi menjadi beberapa organisasi namun tetap dianggap bagian dari Kristen. Ada kharismatik, ada non kharismatik, bahkan ada mormon serta saksi Yehowa. Keadaan ini tentu saja menjadi keprihatinan kita sekaligus kebanggaan dalam sisi pertumbuhan, yah, semoga saja seperti itu. 

Munculnya berbagai doktrin sesuai dengan nama organisasinya, menjadikan timbulnya perdebatan teologis. Keadaan ini, menjadikan gereja-gereja Kristen seakan tidak bersatu dan memang tidak bersatu, munculnya sinode-sinode baru dengan berbagai alasan ini dan itu. Apapun ceritanya, melihat fakta demikian, Kristen khususnya, kurang kokoh dalam persatuan dan kesatuan, berbeda amat dengan Katholik yang terstruktur dan konsisten sejak dahulu kala di seluruh dunia. Mezaro Ndraha adalah seorang yang bercita-cita membangun sebuah kebersamaan dalam karya kolaborasi di tengah gereja yang juga majemuk itu. 

Mezaro Ndraha (Ketua Yayasan) dan Ketua Program IMC
Indonesia Mission Church menjadi jawaban atas kurang kokohnya persatuan dan kesatuan di tubuh gereja, maka IMC tampil sebagai program yang ingin membawa umat Kristen dan Katholik pada tatatan pemikiran baru di era digital ini. Umat Katholik dan Kristen serta para pemimpinnya harus bersatu pandangan menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali dengan tetap memperhatikan hal yang lebih urgen dari sebuah upaya pertahanan doktrin, liturgis dan lain-lain. Amanat Agung menjadi pemikiran utama yang harusnya menjadi perhatian para pemimpin gereja lepas dari segala perbedaan yang ada. 

Indonesia Mission Church hadir bukan untuk mendirikan gereja, tidak mendirikan kekuatan doktrin baru. IMC menghargai setiap organisasi gereja yang memiliki pandangan lain tentang sebuah penafsiran. Akan tetapi, IMC kokoh pada pendiriannya bahwa Alkitab (PL dan PB) menjadi pedoman pergerakan benar tentang ajaran yang seharusnya diajarkan kepada umat.  Back To The Bible menjadi slogan terkenal di kalangan internal pergerakan IMC di seluruh Indonesia dan bahkan dunia secara jaringan.

Poin pentingya bahwa IMC hadir bukan untuk merongrong agama apapun juga bukan untuk merongrong gereja-gereja, ia fokus pada pemikiran tentang kesatuan dan persatuan dalam tubuh Kristus dan menghargai pandangan agama-agama lain, sebab pada akhirnya akan ada jalan tengah yaitu "Agamamu ya agamamu dan agamaku ya agamaku". 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar