Apa itu IMC ?

IMC adalah singkatan dari Indonesia Mission Church yang merupakan program dari The Foundation of Cociety Hopefulness. IMC terbuka untuk gereja Katholik dan Kristen (Agama Katholik dan Kristen). Agama lain adalah sahabat dalam perjuangan agar setiap orang masuk pada puncak tatanan moral sejati.

Mengapa kita harus bersatu?

Secara teologis, kesatuan jemaat atau gereja merupakan kehendak Tuhan. Alkitab secara konsisten menekankan hal itu. Dengan demikian, kesatuan jemaat atau gereja dalam perspektif ajaran Alkitab begitu penting. Kenapa demikian? Karena Iblis berusaha untuk memecah-belah kesatuan jemaat atau gereja.
Jadi, kesatuan jemaat atau gereja menjadi urgent. Dikatakan demikian karena kesatuan adalah hakekat dan inti dari kehidupan bersama dalam Kristus Yesus. Pertanyaannya ialah: Mengapa kita harus bersatu?

1. Karena Kita adalah Anggota Keluarga Allah
Efesus 2:19 membedakan antara anggota keluarga dan orang asing atau pendatang. Di tradisi kala itu, orang asing memang akan diterima di satu keluarga yang menampung mereka.

Namun, mereka (orang asing) sama sekali tidak punya hak untuk memberi usul dan tidak punya tanggung jawab apapun akan kepentingan umum. Mereka hanya penonton dan harus tunduk pada aturan tuan rumah.

Jadi, jika saat ini ada istilah "jemaat biasa" yang dalam praktiknya tidak lebih dari penonton yang tidak pernah bersuara di gereja, mereka ini sama saja dengan orang asing. Bukan sikap semacam itu yang dimaksudkan Alkitab dalam persekutuan jemaat.
Sebagai anggota keluarga Allah, maka kita memiliki hak dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup kita sebagai keluarga. Artinya, ada peran yang harus kita mainkan dalam membangun hidup bersama demi terciptanya kesatuan dalam keluarga Allah.

2. Karena Kita Memiliki Satu Pemimpin
Alkitab menggunakan istilah "Kepala" untuk mengacu kepada Pemimpin. Sebagai jemaat atau gereja, kita harus sadari bahwa Pemimpin atau Kepala kita hanya Satu, yaitu Yesus Kristus. Hal ini jelas ditegaskan oleh rasul Paulus dalam Efesus 4:6.

Latar belakang kita boleh berbeda. Suku, bahasa, ras dan golongan boleh beragam. Merek atau label gereja boleh bermacam-macam. Tetapi fokus kita bukan pada kepelbagaian itu. Fokus kita ialah pada Satu Pemimpin atau Satu Kepala. Jadi, kalau Yesus Kristus adalah Kepala Jemaat atau Gereja, maka seharusnyalah kita mendengarkan Dia yang memerintahkan kita agar menjadi satu di dalam Dia.

3. Karena dalam Kesatuan Ada Berkat
Pada umumnya, kita semua suka dengan berkat. Tidak ada dari antara kita yang akan menolak berkat. Yang acap kali kita tolak ialah angin yang membuat perut kembung. Makanya ada obat tolak angin.


Mazmur 133:1-3, menegaskan bahwa Tuhan akan memerintahkan berkat saat kita umat-Nya diam bersama dengan damai atau rukun. Jadi, kunci agar jemaat atau gereja diberkati ialah kesatuan. Kita satu hati, satu tujuan, satu jiwa. Artinya, kita terkoneksi secara sehat dan dinamis. Dalam konteks inilah aliran berkat itu akan turun ke dalam hidup Jemaat atau Gereja.

Hiduplah dalam kesatuan, agar kita dapat menikmati pemberkatan Tuhan yang limpah dalam hidup dan pelayanan kita. Amin

Perlunya Reformasi dan Kembali Kepada Alkitab

Di mana-mana sekarang terdengar orang Kristen berkata, “Kebutuhan terbesar saat ini adalah kebangunan rohani.” Ini sudah menjadi mode. Namun segalanya tergantung pada makna yang mau diletakkan pada kata “kebangunan” itu sendiri. Sungguhkah kita menginginkan kebangunan agama? Begitu banyak aliran dalam kekristenan yang menyebut diri Kristen tetapi pada dasarnya bukan. Kebangunan di bidang inikah yang kita inginkan? Pandanglah denominasi besar dalam kekristenan. Lihatlah jenis kekristenan yang menjadi karakteristik mereka pada umumnya. 

Apakah kita menginginkan kebangunan di dalamnya? Atau pandanglah ke seluruh gereja Injili. Betapa banyak khotbah kering kerontang dari mimbar! Betapa ironisnya ibadah bibir belaka dari arah bangku-bangku gereja! Inilah jenis makanan rohani yang diberikan kepada jemaat! Dan banyak gereja menyombongkan diri sendiri sebagai yang paling alkitabiah. Betapa parah kerapuhan yang melanda. Pengaturan bak duri kaktus tajam! Kecurigaan yang kejam! Kegarangan tidak mau berkompromi dalam iman kepercayaan diikuti dengan kompromi dalam tindakan! Sungguhkah kita mengharapkan kebangunan dari hal-hal tersebut?!

        Sebuah kebenaran terbuka yang berlaku sekarang adalah banyak yang menyatakan diri ada dalam Kristenan ternyata bukan Kristen yang sesungguhnya, karena tidak menyerupai Kristus. Masih tetap berpegang pada Alkitab yang lama, tetapi dalam kualitas hidup yang jauh dari Perjanjian Baru. Tetap bertahan dalam bentuk lahiriah tetapi telah kehilangan kuasa aslinya. Berkelimpahan pengkhotbah yang selalu dapat mengatakan sesuatu, tetapi sedikit nabi yang benar-benar memiliki sesuatu untuk disampaikan. Kebenaran separoh dari mimbar dan iman separoh dari jemaat bercampur dengan hati yang separoh tanpa cahaya rohani apapun. C.H. Spurgeon pernah dijuluki sebagai pengkhotbah terbesar di Inggris Selatan: “Ia mengkhotbahkan sesuatu yang mirip Injil.” Banyak orang yang sekarang memakai nama Kristen “adalah seperti”. 

Apakah itu yang kita inginkan? Bukan! Itu semua harus disapu habis dengan satu gelombang pasang dari Pemberi Hidup. Kebangunan yang kita butuhkan adalah suatu kebangunan yang mendalam dan luas dari kebangunan Perjanjian Baru kekristenan yang benar dan sepenuhnya. Seluruh hidup, pemikiran, persekutuan, kesaksian dari gereja-gereja Protestan kita membutuhkan pertumbuhan ilahi. Itulah yang kita butuhkan; dan sebagai langkah pertama yang penting kita memerlukan sebuah reformasi di antara pelayan-pelayan Tuhan.

Tentang Amanat Agung Tuhan Yesus

Ilustrasi
Perintah untuk memberitakan Injil atau yang sering disebut dengan Amanat Agung Yesus Kristus adalah perintah Yesus yang terakhir yang ditulis di Matius 28:19-20. Perintah ini diberikan setelah kebangkitan Yesus dan kesebelas murid Yesus berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus merupakan tugas yang sangat berat jika dilaksanakan dengan kekuatan manusia sendiri. Sebab, cakupannya yang sangat luas. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus menyediakan sarana-sarananya, yaitu jaminan otoritas-Nya atas segala sesuatu di surga dan di bumi, dan janji-Nya untuk menyertai para murid sampai kesudahan zaman. Hal ini akan sangat menolong dalam pelaksanaan Amanat Agung Kristus tersebut.

Sangat menarik untuk dipahami kalau dalam bahasa Yunani asli, satu-satunya perintah yang spesifik di Injil Matius 28:19-20 adalah "muridkanlah." Amanat Agung memerintahkan kita untuk memuridkan saat kita kita pergi ke seluruh dunia dan juga saat kita menjalani kegiatan sehari-hari. Bagaimana cara kita memuridkan? Dengan membaptis mereka dan mengajar mereka segala sesuatu yang diperintahkan oleh Yesus. "Memuridkan" adalah perintah dari Amanat Agung. "Pergi," "membaptis," dan "mengajar" adalah cara kita melaksanakan perintah untuk "memuridkan."

Perbedaan yang Ada Seharusnya Menyatukan, Bukan Memecah Belah

Beda Itu Indah
Kita hidup di dunia ini tentu dengan banyak sekali perbedaan yang ada di sekeliling kita. Antar sesama manusia satu sama lain pasti saling memiliki perbedaan, entah berbeda keyakinan, berbeda sifat atau yang lainya. Tidak terkecuali saudara kembar yang otentik sekalipun, mereka pasti memiliki perbedaan. Ini semua karena kuasa Tuhan yang dapat menjadikan manusia memiliki segala perbedaan yang ada.

Jika anda membenci perbedaan, anda sejatinya membenci seluruh manusia. Karena semua manusia diciptakan berbeda, tak ada yang sama bahkan anak kembar sekalipun.
Tentu Tuhan memiliki alasan tentang hal tersebut. Perbedaan yang ada seharusnya dapat menjadikan manusia menjadi lebih bersatu dan lebih kuat dalam menalani segala rintangan hidup yang ada. Karena dengan adanya perbedaan manusia bisa saling bergantung satu sama lain, membantu satu sama lain dan tentu jika persatuan dapat terwujud maka dunia ini akan menjadi lebih baik.

Pebedaan diciptakan agar kita berusaha lebih dalam belajar mencintai sesama.
Namun kenyataanya berbalik, hanya karena mementingkan kepentingan pribadinya masing-masing perbedaan ini dijadikan sarana untuk memicu konflk antar sesama manusia. Mereka saling menyerang satu sama lain, menjadikan permasalahan yang menimbulkan kerusakan pada dunia. Tentu hal ini sangat buruk apabila terus dilakukan.

Rlt : https://www.hipwee.com/narasi/perbedaan-yang-ada-seharusnya-menyatukan-bukan-memecah-belah/
 

INDONESIA MISSION CHURCH: Kita Boleh Berbeda Tetapi Kita Harus Tetap Profesi...

INDONESIA MISSION CHURCH: Kita Boleh Berbeda Tetapi Kita Harus Tetap Profesi...: MEZARO NDRAHA, Ketua IMC Perbedaan di kalangan organisasi gereja sering dijadikan sebagai alasan untuk menjauhkan diri dari yang lain da...

Menjawab Pertanyaan Anda Tentang Indonesia Mission Church

LOGO IMC
Berikut pertanyaan anda dan jawabannya :

Sejak kapankah IMC dicetuskan ?
  • IMC sesungguhnya terlahir di hati pada tahun 1996, mulai diaktualisasikan pada tahun 1997 dengan terbentuknya Tim PI Adonay yang kemudian tim diberangkatkan ke daratan Sumatera Utara dan dipimpin oleh Mezaro Ndraha. Pada tanggal 12 Juni 2004 di kota Sragen berdiri MISSION CHURCH, akan tetapi pindah dan beroperasi di wilayah Solo (Surakarta) pada tahun 2004 setelah bulan Juni hingga ia eksis sampai dengan tahun 2005 dan setelah itu vakum karena berbagai alasan.
Lalu, setelah vakum, apakah yang dilakukan ketua IMC secara pribadi ? 
  • Ketua IMC melanjutkan sekolah di kota Malang hingga tahun 2008 dan setelah itu terjun ke pelayanan misi di daratan Sumatera dari tahun 2008 hingga 2009.
Apa yang terjadi setelah proses belajar ketua IMC ?
  • Ketua IMC sesunnguhnya menghadapi banyak persoalan dan goncangan dalam bisnis dan pelayanan, akan tetapi puncak dari semua itu adalah pada tahun 2016 dan akhir tahun 2017 adalah tahun anugerah karena berbagai persoalan telah dilewati dengan segala pahit gentirnya. Sehingga pada tahun 2018 awal merupakan permulaan pergerakan IMC setelah sekian tahun vakum.
Mengapa IMC harus hadir ?
  • IMC adalah panggilan jiwa, dimana setelah Mezaro Ndraha belajar teologi, ia melihat sesuatu, tetapi ia menangis di dalam hati, karena perbedaan doktrin dan teologi yang menonjol di kalangan Kristen dan Katholik menjadikan adanya saling klaim. Mezaro Ndraha tidak tertarik upaya seperti itu dalam konteks Karya Kolaborasi dan 1 (satu) tubuh dalam Kristus, walau ia sadar, pastilah ada manfaatnya. 
IMC mau dibawa kemana ?
  • Posisi IMC sangatlah jelas, bahwa IMC hadir untuk semua gereja, baik itu Kristen dan maupun Katholik. Kendati demikian, IMC berpikir bahwa ke depan IMC akan menjadi pusat program atau wadah yang mampu membawa persatuan dan kesatuan di antara gereja-gereja dan menghadirkan karya kolaborasi dalam tatanan gerakan pelayanan yang holistik. Bukan nhanya itu, IMC akan menjadi pusat pemikiran baru dalam dunia Kristen secara Indonesia dan bahkan Internasional, sebab IMC hadir untuk semua tanpa melihat perbedaan. 
Apakah IMC akan mendirikan Gereja baru ?
  • Mezaro Ndraha sebagai The Founder dari IMC telah menyampaikan kepada pengurus pusat bahwa IMC tidaklah mendirikan gereja, kita adalah sahabat, mitra dari gereja-gereja dan saudara bagi agama apapun dalam dunia ini. Jadi, cukup jelas, anda berasal dari gereja apa saja, bolehlah masuk di IMC, tetapi jangan lupa gereja setempat / gereja asal anda. Tetaplah melayani kapan dan dimana saja tetapi IMC adalah alternatif bijak untuk pemikiran yang hanya berfokus pada apa kata Firman Tuhan sesuai Alkitab. Dukunglah pemimpin anda di gereja dimana anda berada dan ambillah hal-hal postif yang kiranya bermanfaat untuk anda, keluarga dan gereja anda. Itulah IMC.
   
 

Kita Boleh Berbeda Tetapi Kita Harus Tetap Profesional

MEZARO NDRAHA, Ketua IMC
Perbedaan di kalangan organisasi gereja sering dijadikan sebagai alasan untuk menjauhkan diri dari yang lain dan timbul pemikiran bahwa, "Akulah Yang Paling Benar". Sehingga dengan pemikiran seperti ini, mau tidak mau umat / jemaat dibuat bingung, akan tetapi kebingungan jemaat dan umat itu sekarang telah terobati dengan munculnya IMC (Indonesia Mission Church), bagaimana tidak, IMC tidak punya doktrin sebagaimana gereja-gereja munculkan, hanya ada satu pedoman IMC yaitu apa kata Alkitab yang adalah Firman Tuhan.

Tonoton Kesaksia Pemulihan Mezaro Ndraha : https://www.youtube.com/watch?v=A22C_5OYqYM

Itu sebabnya, IMC memunculkan gaya pelayanannya yang lebih dikenal dengan kata Karya Kolaborasi, dimana setiap pribadi punya potensi A dan B, dan si B juga punya potensi A dan B, akan tetapi potensi itu harus digabungkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik, berguna dan menjadi hormat bagi nama Tuhan di surga. Gereja-gereja adalah mitra IMC, para pemimpin gereja adalah teman dalam pelayanan dan siapapun anda dan apapun jabatan anda, semua sama dimata Tuhan yaitu bahwa kita pengikut Kristus yang mengenal Sang Pencipta itu di dalam Dia, yaitu YESUS / Isa Almasih. 

Munculnya perbedaan, dapat menimbulkan perpecahan yang berujung pada saling klaim diri (klaim paling benar, paling suci, paling hebat) dan lain-lain. Jika hal ini muncul, maka tentu sudah mulai bertentangan dengan Firman Tuhan tentang kerendahan hati, kasih dan saling menghormati. Tuhan adalah hakim yang adil dan Ia menilai siapa kita di hdapan-Nya. 

Oleh karena itu, IMC hadir untuk membawa pemikiran baru agar bersatu dalam cinta dan damai serta di dalam segala aspek pelayanan yang positif dan holistik. Kita boleh berbeda tetapi kita saling membutuhkan, itulah IMC. 

(Mezaro Ndraha, Ketua IMC)

Hal Lain Tentang IMC

RAPAT IMC PERDANA (03/09/2019)

Sifat Pelayanan IMC :

  • Umum dalam konteks sosial masyarakat non agamawi dan non gerejawi.

  • Oikumenis / interdenominasi dalam konteks kalangan sendiri.

  • Mandiri dan independen dalam pengertian pendanaan dan tidak bernaung dibawah lembaga atau organisasi gereja manapun.

  • Nasional dan Internasional dalam konteks jangkauan wilayah pelayanan.

  • Holistik dalam pengertian komprehensif.

  • Mission entrepreneurship (internal dan eksternal)

  •  Online, Non Online dan  Networking

  • Kolaborasi


Semboyan IMC :

  • Restored To Recover (Dipulihkan Untuk Memulihkan) “dalam segala hal / all in”


3 (Tiga) Kode Etik Permanent Pelayanan IMC :


  • Tidak mendirikan gereja (fokus pada Mission Entrepreneusrhip)

  • Gereja dan pemimpinya adalah mitra (hindari presepsi negatif dan dukung gereja lokal).

  • Back To The Bible (Tidak punya doktrin sendiri tetapi kembali pada kebenaran Alkitab sebagai Firman Allah).


Kegiatan Andalan :

Indonesia Mission Church Motivation (IMCM) adalah sebuah kegiatan motivasi permanent dan terus menerus serta bersifat oikumenis dengan fokus penekanan pada pemulihan karakter dan ekonomi. Kegiatan ini dipusatkan di kota-kota besar, baik secara mandiri dan maupun melalui gereja-gereja, baik di dalam dan maupun di luar negeri.

Sistem Pengelolaan Keuangan Program IMC :

Tetap di bawah kendali yayasan tetapi dikelola oleh pengurus IMC secara bertanggung jawab.

  • Laporan keuangan dapat dipertanggung jawabkan dan harus ada bukti-buktinya.
  • Pemanfaatan uang sesuai kebutuhan dan hasil dari produktivitas pengurus melalui program yang ada.

Program Kerja IMC

AGENDA IMC

Adapun yang menjadi program kerja IMC adalah :

Program Jangka Pendek (2019 s/d 2023).

  • Pengadaan pertemuan rutin, minimal 1 (satu) kali sebulan.

  • Persiapan pendirian program profesional 1 (satu) tahun Indonesia Mission Church.

  • Kegiatan Mission Trip (periodik terencana).

  • Terbentuknya cabang-cabang diberbagai wilayah di Indonesia.

  • Tersedianya kantor minimal 5 (lima) tahun ke depan.

  • Persiapan pembuatan album rohani IMC.

  • Pengelolaan website IMC secara profesional.

  • Pembuatan produk-2 IMC (misalnya kaos, souvenir, buku2 dll) “perlu perencanaan matang dengan melihat skala prioritas).

  • Terbentuknya Club IMC Dunia via online, “You Born For Them”.

  • Terbentuknya Ruang Kelas IMC Online (dibutuhka peserta dan leader).

  • Hadirnya 3 unit sepeda motor milik IMC, 1 unit pickup dan 1 unit mobil kantor IMC.

Program Jangka Panjang (2023 s/d 2028)

  • IMC memiliki gedung / kantor sendiri secara permanent.

  • Adanya studio rekaman dan studio siaran online IMC.

  • Terselenggaranya program profesional 1 tahun IMC secara profesional dan mendunia.

  • Terbukanya cabang-cabang IMC di luar negeri.

  •  Hadirnya 1 unit bis IMC untuk kegiatan pelayanan. 

Program Exlusive IMC :

  • Berdirinya Menara Misi IMC Indonesia di suatu wilayah di pulau Jawa.

Arti Logo Program IMC

LOGO IMC


  • Warna biru laut / langit melambangkan kedalaman, kepercayaan, kesetiaan, bijaksana, percaya diri dan kecerdasan, bahwa gerak langkah program IMC dapat dipercaya dan bertanggung jawab.
  • Warna putih melambangkan kesucian jiwa, bahwa dalam segala kegiatan IMC senantiasa mengedepankan sikap positif yang sesuai dengan kehendak Sang Maha Suci.
  • Warna merah berarti gairah (keberanian) yang memberi energi untuk menyerukan terlaksananya suatu tindakan.
  • Warna coklat merupakan warna netral yang melambangkan kebersahajaan (earthy), pondasi, stabilitas, kehangatan, rasa aman dan nyaman, rasa percaya, keanggunan, ketabahan, serta kejujuran dalam segala pelaksanaan kegiatan IMC.
  • Warna hitam pada tulisan melingkar yang melambangkan keanggunan, kemakmuran dan ketegasan, menggambarkan program IMC dengan segala seluk beluknya.
  • Arti lingkaran berwarna hitam menggambarkan kebulatan tekad, dengan mengedepankan kebersamaan dalam lingkarang kemitraan dan kolaborasi.
  • Gambar salib berbicara tentang kemenangan Kristus dalam mengalahkan maut yang kemudian menjadi inti dari segala kegiatan IMC.


Kehadiran Indonesia Mission Church Adalah Sebagai Pemersatu Gereja-2 Di Indonesia

RAPAT PEMBENTUKAN PENGURUS PUSAT IMC
Harus diakui bahwa secara umum gereja-gereja di Indonesia belum dapat bersatu secara kokoh, justeru dalam kesempatan lain, seringkali muncul istilah curi domba dan tidak jarang terjadinya konflik. Hal ini disebabkan, karena gereja-2 di Indonesia, khususnya dari kalangan Kristen terbagi-bagi menjadi beberapa organisasi namun tetap dianggap bagian dari Kristen. Ada kharismatik, ada non kharismatik, bahkan ada mormon serta saksi Yehowa. Keadaan ini tentu saja menjadi keprihatinan kita sekaligus kebanggaan dalam sisi pertumbuhan, yah, semoga saja seperti itu. 

Munculnya berbagai doktrin sesuai dengan nama organisasinya, menjadikan timbulnya perdebatan teologis. Keadaan ini, menjadikan gereja-gereja Kristen seakan tidak bersatu dan memang tidak bersatu, munculnya sinode-sinode baru dengan berbagai alasan ini dan itu. Apapun ceritanya, melihat fakta demikian, Kristen khususnya, kurang kokoh dalam persatuan dan kesatuan, berbeda amat dengan Katholik yang terstruktur dan konsisten sejak dahulu kala di seluruh dunia. Mezaro Ndraha adalah seorang yang bercita-cita membangun sebuah kebersamaan dalam karya kolaborasi di tengah gereja yang juga majemuk itu. 

Mezaro Ndraha (Ketua Yayasan) dan Ketua Program IMC
Indonesia Mission Church menjadi jawaban atas kurang kokohnya persatuan dan kesatuan di tubuh gereja, maka IMC tampil sebagai program yang ingin membawa umat Kristen dan Katholik pada tatatan pemikiran baru di era digital ini. Umat Katholik dan Kristen serta para pemimpinnya harus bersatu pandangan menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali dengan tetap memperhatikan hal yang lebih urgen dari sebuah upaya pertahanan doktrin, liturgis dan lain-lain. Amanat Agung menjadi pemikiran utama yang harusnya menjadi perhatian para pemimpin gereja lepas dari segala perbedaan yang ada. 

Indonesia Mission Church hadir bukan untuk mendirikan gereja, tidak mendirikan kekuatan doktrin baru. IMC menghargai setiap organisasi gereja yang memiliki pandangan lain tentang sebuah penafsiran. Akan tetapi, IMC kokoh pada pendiriannya bahwa Alkitab (PL dan PB) menjadi pedoman pergerakan benar tentang ajaran yang seharusnya diajarkan kepada umat.  Back To The Bible menjadi slogan terkenal di kalangan internal pergerakan IMC di seluruh Indonesia dan bahkan dunia secara jaringan.

Poin pentingya bahwa IMC hadir bukan untuk merongrong agama apapun juga bukan untuk merongrong gereja-gereja, ia fokus pada pemikiran tentang kesatuan dan persatuan dalam tubuh Kristus dan menghargai pandangan agama-agama lain, sebab pada akhirnya akan ada jalan tengah yaitu "Agamamu ya agamamu dan agamaku ya agamaku".